<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3851113538175782200</id><updated>2012-02-16T18:03:33.847-08:00</updated><category term='artikel'/><title type='text'>Jelajah Biologi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rahmigama.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3851113538175782200/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmigama.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nurrahmi Salam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09894988542063762310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_21sY2fW08PY/TTh1gCREDWI/AAAAAAAAABg/CyEqQBHWZro/S220/161424_100001347146158_1289104_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3851113538175782200.post-2101407990858538267</id><published>2011-02-09T08:41:00.001-08:00</published><updated>2011-02-09T09:11:21.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Biologi Manusia Kloning</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_21sY2fW08PY/TVLJz4QpdxI/AAAAAAAAACM/KtuL5PQYCq0/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://3.bp.blogspot.com/_21sY2fW08PY/TVLJz4QpdxI/AAAAAAAAACM/KtuL5PQYCq0/s200/images.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Manusia Kloning Pertama Bernama Eve Kini Berusia 5 Tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="postheader"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://gugling.com/category/berita/teknologi-berita" rel="category tag" title="View all posts in Teknologi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;style media="screen" type="text/css"&gt;#dd_ajax_float { background: none repeat scroll 0pt 0pt rgb(255, 255, 255); border: 1px solid rgb(221, 221, 221); float: left; margin-left: 825px; margin-right: 0px; margin-top: 23px; position: absolute; z-index: 1; }&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="dd_ajax_float" style="display: block; position: fixed; top: 16px;"&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;a class="DD_FBSHARE_AJAX_761" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fgugling.com%2Fmanusia-kloning-pertama-bernama-eve-kini-berusia-5-tahun.html&amp;amp;t=Manusia%20Kloning%20Pertama%20Bernama%20Eve%20Kini%20Berusia%205%20Tahun%20-%20Gugling.com&amp;amp;src=sp" name="fb_share" style="text-decoration: none;" type="box_count"&gt;&lt;span class="fb_share_size_Small fb_share_count_wrapper"&gt;&lt;span class="fb_share_count_nub_top"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count fb_share_count_top"&gt;&lt;span class="fb_share_count_inner"&gt;238&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="FBConnectButton FBConnectButton_Small" style="cursor: pointer;"&gt;&lt;span class="FBConnectButton_Text"&gt;Share&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_content_wrap"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia  kloning pertama di dunia bernama Eve, bayi perempuan itu kini berusia 5  tahun. Sehat dan kini mulai menginjak pendidikan Taman Kanak Kanak di  pinggiran kota Bahama.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Era manusia  super mungkin bakal segera terwujud. Dunia tidak akan kekurangan stok  manusia-manusia super genius sekelas Albert Einsten atau atlet handal  sekelas Carl Lewis atauaktris sensual Jennifer Lopez. Manusia-manusia  super itu bakalan tetap lestari di muka bumi. 100% sama persis, yang  beda hanya generasinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemajuan ilmu  pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kedokteran telah  menghilangkan ketidakniscayaan itu. Melalui teknologi kloning, siapapun  bisa diduplikasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klaim Clonaid,  perusahaan Bioteknologi di Bahama, yang sukses menghasilkan manusia  kloning pertama di dunia dengan lahirnya Eve, 26 Desember 2002 lalu  makin mendekatkan pada impian tersebut. Walaupun ini masih sebuah awal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Clonaid  adalah sebuah perusahaan yang didirikan sekte keagamaan Raelians tahun  1997. Mereka mempercayai kehidupan di bumi diciptakan mahluk angkasa  luar melalui rekayasa genetika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eve  merupakan bayi pertama yang lahir dari 10 implantasi yang dilakukan  Clonaid tahun 2002. Dari 10 implan, lima gagal. Empat bayi kloning  lainnya akan dilahirkan tahun ini, bahkan bayi kloning kedua akan lahir  minggu ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Clonaid berencana  mengimplantasi 20 klon manusia Januari ini. Pada saat bersamaan, para  ahli independen akan diundang untuk melihat prosesnya sehingga bisa  menyaksikan bagaimana contoh kloning, pertumbuhan embryo dan  implantansinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soal kekhawatiran  banyak pihak tentang ketidaksempurnaan hasil kloning pada binatang yang  dijadikan model pada kloning manusia, Broisselier menandaskan, kedua  prosedur itu tidak bisa dibandingkan. Masalah yang timbul pada kloning  binatang merupakan hasil dari prosedur khusus yang digunakan ilmuwan  untuk mereproduksi binatang. Jadi bukan pada proses kloningnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kami  orang-orang serius dan bertanggungjawab karena ini berhubungan dengan  masalah kemanusiaan. Kami memberikan hak dan pilihan pada orang tua  untuk memilih anak-anak sesuai gen mereka. Jika dalam proses kloning,  peneliti Clonaid mendeteksi adanya abnormalitas, janin akan digugurkan,”  katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelahiran Eve merupakan  sebuah kejutan. Sebelumnya para ilmuwan bersiap menerima kelahiran bayi  kloning pertama ‘karya’ dokter ahli kesuburan Italia, Dr. Severino  Antinori, awal Januari 2003.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dua Lagi Wanita Hamil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Antinori saat ini ada dua wanita lain yang juga sedang  mengandung bayi hasil kloning, dengan usia kandungan 27 dan 28 minggu.  Namun ia menolak bertanggungjawab atas proses pengklonan terhadap kedua  wanita tersebut, walaupun ia bertindak sebagai penasehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antinori  adalah ahli kesuburan yang piawai. Ia telah mendeklarasikan  keberhasilannya mengklon babi dan primata dan berhasil menerobos  prosedur fertilitas konvensional dengan membuat seorang wanita hamil  pada usia 62 tahun pada 1994.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan  ilmuwan setuju, reproduksi manusia dengan cara kloning memang  memungkinkan. Namun mereka menekankan, eksperimen seperti itu tidak bisa  dipertanggungjawabkan karena tingginya resiko kematian dan gangguan  pasca kelahiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Upaya mengkloning  manusia adalah tindakan tidak bertanggungjawab dan menjijikkan serta  mengabaikan banyaknya bukti ilmiah dari 7 spesies mamalia yang sejauh  ini sudah dikloning,” kata Rudolf Jaenisch, ahli kloning dari  Massachusetts Institute of Technology.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmuwan  Roslin’s Institute, Ian Wilmut yang berperan dalam kelahiran Dolly  menegaskan, kloning pada manusia amat mengejutkan karena jumlah  kegagalan yang tinggi dan kematian pada bayi yang baru lahir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kloning  pada binatang menunjukkan adanya kelemahan. Dolly, mamalia pertama yang  berhasil dikloning terbukti menderita arthritis pada usianya yang masih  muda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Domba betina ini dikloning  dengan teknik kloning transfer inti sel somatik (sel tubuh). DNA Dolly  berasal dari sel tunggal yang diambil dari sel telur induknya yang  kemudian difusikan dengan sel ‘mammary’ (sel kelenjar susu). Sel yang  telah bergabung berkembang menjadi embryo yang kemudian ditanamkan pada  biri-biri pengganti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perlu 227 Percobaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Walau dikatakan berhasil, prosedur kloning ini tidaklah sempurna.  Diperlukan 227 percobaan sebelum akhirnya tercipta Dolly. Kloning pada  manusia lebih rumit dengan resiko yang besar dan sangat potensial  terjadi kesalahan. Para ilmuwan khawatir, penggunaan teknik ini pada  manusia akan ‘memunculkan’ malformasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;National  Bioethics Advisory Commission mengemukakan, penggunaan binatang guna  memahami proses-proses biologi seperti dalam kasus Dolly, memberikan  harapan besar bagi kemajuan dunia medis di masa depan. Namun tidak ada  pembenaran untuk riset dengan tujuan menghasilkan anak manusia melalui  teknik ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan juga amat  risau dengan risiko medik dan ketidakpastian yang berhubungan dengan  kloning manusia. Salah satu kekhawatirannya adalah jika seorang bayi di  klon, maka kromosomnya akan cocok dengan usia donor. Misalnya seorang  anak hasil kloning yang berusia 5 tahun akan tampak seperti berumur 10  karena mendapat kromosom dari donor berusia 5 tahun , dengan disertai  risiko penyakit jantung dan kanker.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Risiko  buruk juga mengintai para wanita yang memutuskan mengandung bayi  kloning. Menurut ahli perkembangan embryo pada mamalia, Prof Richard  Gardner, para wanita tersebut beresiko terkena satu jenis kanker yang  tidak biasa dan unik pada manusia, yang menyerang rahim, yaitu  choriocarcinoma.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengacu pada  berbagai risiko ini banyak negara melarang dilakukannya riset-riset  kloning pada manusia. Presiden AS kala itu Bill Clinton mengeluarkan  rekomendasi moratorium atau penghentian riset kloning manusia selama 5  tahun. Hampir semua agama juga melarang teknologi kloning pada manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun  selain memiliki sisi gelap, penelitian kloning pada manusia sebenarnya  memberikan harapan bagi masa depan dunia kedokteran. Teknik kloning  memungkinkan dokter mengidentifikasi penyebab keguguran spontan,  memberikan pemahaman pertumbuhan cepat sel kanker, penggunaan sel stem  untuk meregenerasi jaringan syaraf, kemajuan dalam penelitian masalah  penuaan, genetika dan pengobatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pro dan Kontra&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari manfaat dan mudlaratnya teknologi kloning ini, agamawan,  ahli politik, ahli hukum dan pakar kemasyarakatan perlu segera  merumuskan mengenai aturan pemakaian teknologi kloning. Sebab ditangan  ilmuwan ‘hitam’, kloning bisa menjadi malapetaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang  anggota kelompok Raelian, Brigitte Boisselier mengatakan, bukti ilmiah  akan diajukan segera, jika saya tidak mengajukan bukti ilmiah, pasti  Anda mengatakan saya telah mengarang cerita. Jadi satu-satunya cara  adalah kami akang mengundang seorang pakar independen ke tempat orang  tua bayi itu. Di sana ia bisa mengambil contoh sel dari bayi dan ibunya,  untuk kemudian membandingkannya. Jadi, Anda akan mendapatkan bukti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raelian  sejauh ini dikenal sebagai sekte agama yang percaya bahwa kehidupan di  luar angkasa telah menciptakan kehidupan di bumi. Kelompok yang mendapat  pengakuan resmi pemerintah negara bagian Quebec, Kanada, sebagai  gerakan agama di tahun 1990-an ini mengklaim memiliki 55 ribu anggota di  berbagai penjuru dunia, termsuk Amerika. Kelompok ini memilki sebuah  taman yang terbuka untuk umum bernama UFOland, dekat Montreal.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki Keturunan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kloning terhadap manusia (Eve) merupakan sebuah keberhasilan para  ilmuwan Barat dalam memanfaatkan sains yang akhirnya mampu membuat  sebuah kemajuan pesat – yang telah melampaui seluruh ramalan manusia.  Betapa tidak, cara ini dianggap sebagai jalan untuk memperbaiki kualitas  keturunan: lebih cerdas, kuat, rupawan, ataupun untuk memperbanyak  keturunan tanpa membutuhkan proses perkembangbiakan konvensional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Revolusi kloning manusia ini semakin memantapkan dominasi sains Barat terhadap kehidupan manusia, termasuk kaum Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apalagi,  efek berikutnya dari perkembangan revolusi ini yaitu penggunaan dan  pemanfaatannya akan selalu didasarkan pada ideologi tertentu. Bagi kaum  Muslim sendiri, meskipun eksperimen ilmiah dan sains itu bersifat  universal, dalam aspek penggunaannya harus terlebih dulu disesuaikan  dengan pandangan hidup kaum Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan  yang pertama adalah terkait dengan kontroversi adanya “intervensi  penciptaan” yang dilakukan manusia terhadap “tugas penciptaan” yang  semestinya dilakukan oleh Allah SWT. Dan persoalan yang kedua adalah  bagaimana posisi syariat menghadapi kontroversi pengkloningan ini.  Apakah syariat mengharamkan atau justru sebaliknya menghalalkan?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3851113538175782200-2101407990858538267?l=rahmigama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmigama.blogspot.com/feeds/2101407990858538267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmigama.blogspot.com/2011/02/biologi-manusia-kloning.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3851113538175782200/posts/default/2101407990858538267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3851113538175782200/posts/default/2101407990858538267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmigama.blogspot.com/2011/02/biologi-manusia-kloning.html' title='Biologi Manusia Kloning'/><author><name>Nurrahmi Salam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09894988542063762310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_21sY2fW08PY/TTh1gCREDWI/AAAAAAAAABg/CyEqQBHWZro/S220/161424_100001347146158_1289104_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_21sY2fW08PY/TVLJz4QpdxI/AAAAAAAAACM/KtuL5PQYCq0/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3851113538175782200.post-3649991139673984149</id><published>2011-01-18T23:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T23:37:59.553-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Biosciences</title><content type='html'>&lt;b&gt;Ilmu hayati&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;biosciences&lt;/i&gt;) mencakup semua disiplin ilmu yang mempelajari aspek kehidupan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisme" title="Organisme"&gt;organisme&lt;/a&gt; dan makhluk suborganisme (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Virus" title="Virus"&gt;virus&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Viroid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Viroid (halaman belum tersedia)"&gt;viroid&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prion" title="Prion"&gt;prion&lt;/a&gt;). Semula dipelajari sebagai satu bidang, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi" title="Biologi"&gt;biologi&lt;/a&gt;, semenjak akhir abad ke-19 hingga sekarang berbagai ilmu telah berkembang menuju ke arah kekhususan atau menggunakan alat-alat dari cabang utama ilmu pengetahuan lainnya sehingga menjadi disiplin yang cukup berbeda. Saat ini, ilmu-ilmu hayati berjumlah ratusan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biologi sendiri semula merupakan bagian dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_alam" title="Ilmu alam"&gt;ilmu pengetahuan alam&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;natural sciences&lt;/i&gt;) yang dipelajari oleh para naturalis (ahli ilmu-ilmu alamiah). Biologi sebagai ilmu yang mandiri, dalam arti memiliki perangkat analisis dan konsep-konsep ilmiah yang kokoh, baru terbentuk pada abad ke-18, setelah penemuan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop" title="Mikroskop"&gt;mikroskop&lt;/a&gt; dan tumbangnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dogma" title="Dogma"&gt;dogma&lt;/a&gt; &lt;i&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Generatio_spontanea&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Generatio spontanea (halaman belum tersedia)"&gt;generatio spontanea&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; oleh konsep &lt;i&gt;&lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Omne_vivum_ex_vivo&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Omne vivum ex vivo (halaman belum tersedia)"&gt;omne vivum ex vivo&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Konsep &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi" title="Evolusi"&gt;evolusi&lt;/a&gt;, pewarisan sifat (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hereditas" title="Hereditas"&gt;hereditas&lt;/a&gt;), dan penemuan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; sebagai bahan genetik memacu perkembangan biologi secara pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian disiplin ilmu di bawah ini tidak bersifat mutlak karena beberapa di antaranya sekarang dianggap mandiri walaupun masih memiliki keterkaitan dengan bidang induknya, misalnya genetika dengan fisiologi, biologi molekular dengan genetika, dan sebagainya. Selain itu, karena dinamisnya perkembangan ilmu-ilmu ini, seringkali ilmu-ilmu ini saling bertemu dan menghasilkan kajian antardisiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3851113538175782200-3649991139673984149?l=rahmigama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmigama.blogspot.com/feeds/3649991139673984149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmigama.blogspot.com/2011/01/biosciences.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3851113538175782200/posts/default/3649991139673984149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3851113538175782200/posts/default/3649991139673984149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmigama.blogspot.com/2011/01/biosciences.html' title='Biosciences'/><author><name>Nurrahmi Salam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09894988542063762310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_21sY2fW08PY/TTh1gCREDWI/AAAAAAAAABg/CyEqQBHWZro/S220/161424_100001347146158_1289104_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3851113538175782200.post-260988318225250970</id><published>2011-01-18T23:13:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T09:07:58.185-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ilmu Biologi Modern Dalam AL Qur'an</title><content type='html'>Dalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.&lt;br /&gt;خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الأنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلاثٍ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ (٦)&lt;br /&gt;“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[╓♦♦]. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan” (Az Zumar : 6)&lt;br /&gt;[♦♦] Tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran." (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)&lt;br /&gt;Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;- Tahap Pre-embrionik&lt;br /&gt;Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.&lt;br /&gt;- Tahap Embrionik&lt;br /&gt;Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.&lt;br /&gt;- Tahap fetus&lt;br /&gt;Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.&lt;br /&gt;Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur'an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur'an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indahnya-alquran.ning.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;7717e&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://indahnya-alquran.ning.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3851113538175782200-260988318225250970?l=rahmigama.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahmigama.blogspot.com/feeds/260988318225250970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rahmigama.blogspot.com/2011/01/ilmu-biologi-modern-dalam-al-quran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3851113538175782200/posts/default/260988318225250970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3851113538175782200/posts/default/260988318225250970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahmigama.blogspot.com/2011/01/ilmu-biologi-modern-dalam-al-quran.html' title='Ilmu Biologi Modern Dalam AL Qur&apos;an'/><author><name>Nurrahmi Salam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09894988542063762310</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_21sY2fW08PY/TTh1gCREDWI/AAAAAAAAABg/CyEqQBHWZro/S220/161424_100001347146158_1289104_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
